Tampilkan postingan dengan label putus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label putus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Februari 2012

Pelajaran: Kenapa Patah Hati Rasanya Sakit

Ini pertanyaan sejuta umat nih. Baik yang galau maupun yang belum. Buat kamu yang baru putus atau baru keluar dari lubang kelam kegalauan pasti pertanyaan ini terlintas selalu “Hanjing, kenapa begini amat sih?” atau kamu kamu yang lagi menghadapi teman dan saudara yang lagi berjuang  di ruang hampa tanpa cinta dan kasih sayang. Kenapa sih? Ada apaan sih emangnya, sampe sebegitu amat rasanya kalau ditinggal kekasih dan pujaan hati? Gini nih soalnya..

Semua Terpusat Di Otak Kita.

Gapapa ya bahas sesuatu yang ilmiah dikit? Biar kamu agak pinteran dikit gitu, biar kalau ada yang tanya ‘kok elo ga move-on move on sih?’ kamu bisa jawab ‘iya nih soalnya Anterior Cingulate Cortex gue masih terus-terusan ngirim sinyal sakit, jadi gue belum bisa move on’. Aih sedap, jadi ya si ACC ini posisinya di bagian otak depan dan yang bertanggung jawab memberikan rasa sakit terhadap tubuh kamu setiap kali kamu merasa terkucilkan dalam lingkungan sosial. ACC ini juga merupakan bagian otak yang aktif kalo fisik kamu merasakan sakit, seperti dicubit. Sesimpel kalah main game aja bisa membuat si ACC ini bereaksi, apalagi ditinggal kekasih hati ya kan. Secara fisiologis hal ini menunjukan betapa kita manusia sangat membutuhkan hubungan sosial. Nah, mengingat ACC ini juga merupakan bagian otak yang aktif kalo fisik kamu merasakan sakit, jadi rasa sakit yang ditimbulkan sama patah hati ini juga beneran.
Tuh yg oren oren itu si ACC. Salahin doski yang bikin hati lo serasa diperes peres tiap kali kamu sakit hati.

Banyaknya Tahapan Yang Mesti Dilewatin.

Nah, kalo si ACC kan reaksi fisiknya, berikutnya reaksi psikisnya. Namanya Proses Grieving. Isinya antara lain ketidakstabilan emosional (emotional rollercoaster), kognitif (cara berpikir / perubahan cara pandang) dan perilaku. Tahapan yang harus kamu lewatin supaya bisa melangkah maju dari kelamnya masa lalu bersama si mantan adalah :
1. Denial/Penyangkalan
Ini adalah tahap pertama, dimana kamu masih menyangkal kejadian yang baru kamu alami. Rasanya masih gak percaya gitu, belum bisa menerima kenyataan. Jadi masih suka cubit-cubit diri sendiri gitu. Teah.
Contoh kasus :
  • Kamu masih sms/bbm selamat pagi, siang, sore, malam, udah makan belum, hati-hati di jalan, hujan nih bawa jaket ga? Dan gak pernah dibalas. Dibaca sama dia, tapi gak dibalas.
  • Kamu masih merasa status status fb dan twitter yang kangen dan pujian pujian no mention itu ditujukan kepada kamu. Padahal sih buat tukang nasi goreng.
2. Anger/Kemarahan.
Ini adalah ketika kamu ngerasa diinjak-injak dan tiba-tiba kamu jadi kesel dan benci banget sama situasi yang menimpa kamu. Kalo ini hubungannya sama mantan, ya benci banget sama si mantan deh.
Contoh kasus :
Dimana tiba-tiba kamu mulai menyusun banyak ide balas dendam di otak kamu.
3. Bargaining/Penawaran.
Ini adalah tahap dimana kamu merasa balas dendam kamu gak ada gunanya, terus kamu mulai ganti strategi, yaitu dengan berusaha jadi lebih baik gitu. Lebih baik karena ada maunya gitu. Kurang lebih kayak DPR gitu lah.
Contoh kasus :
Merubah penampilan dan perilaku seperti yang diharapkan oleh si mantan dulu waktu masih pacaran. Dengan harapan dia bisa melihat perubahan kamu dan mau balikan lagi. Cih
4. Depression.
Kamu mulai merasa terlalu sedih sampai udah gak bisa liat lagi apa gunanya terus beraktifitas seperti biasa. Cadangan rasa bahagia kamu karena ada orang yang sayang dan peduli sama kamu sudah habis. Kamu mulai menangis terus tidak terkendali dan lupa caranya tersenyum dan tertawa. Hiks.
Contoh kasus :
Ga doyan makan, susah tidur, ga konsen mengerjakan apa-apa, maunya sendirian aja di kamar, matiin lampu, tidur menghadap tembok. Tau-tau udah 3 hari berlalu. Kamu udah bau. Hii.
5. Acceptance.
Pada tahap ini, kamu sudah gak tau lagi apa yang dapat dilakukan untuk membuat perasaan jadi lebih baik. Ibaratnya mau marah juga udah gak bisa dan gak tau ke siapa lagi, mau nawar nawar juga udah gak ngerti caranya gimana, jadi kamu terima aja keadaan kayak gini. Kamu akhirnya mulai menjalani kehidupan kamu seperti biasa.
Contoh kasus :
Kamu bangun pagi, lihat matahari dan tiba-tiba aja merasa semua bisa dijalanin. Sedap.
Ah elah, patah hati emang sesuatu yang serius. Bisa mengakibatkan kematian kalau ga tertangani dengan baik. Tahapan diatas bisa berbeda-beda bagi setiap orang, rentang waktunya juga. Ada yang bisa berlama-lama di tahap anger tapi langsung loncat ke acceptance. Atau ada juga yang ga pernah sampe ke tahap acceptance tapi terus aja muter balik ke denial. Hati emang penuh misteri. Tapi paling gak dengan baca artikel ini, kamu jadi tau kan kenapa dinamakan patah hati? Karena rasa sakitnya nyata bro. Pedih. Ah. Asik.


Read more

Selasa, 14 Februari 2012

Cara menghilangkan Rasa Sakit Hati


Nah setelah kamu tahu kenapa Patah Hati Itu Rasanya Sakit, sekarang adalah saatnya untuk menghilangkan rasa sakit tersebut. Karena sakit yang ini gak boleh lama-lama dibiarkan, seperti banyak sifat luka lainnya, dapat menimbulkan infeksi. Kalo udah sampe infeksi, sembuhnya makin susah. Luka fisik sih masih keliatan bisa dibebat perban dan ditetesin betadine. Kalo luka hati? Tsaelah. Bisa tersimpan di alam bawah sadar kamu selamanya dan mengubah cara pandang dan perilaku kamu nantinya. Efeknya bisa lebih berbahaya! Jadi kurang lebih begini caranya menghilangkan rasa sakit karena patah hati:

Distraksi Yang Menyenangkan
Alihkan segera fokus kamu dari yang biasanya ke dia jadi ke hal hal lain yang lebih seru. Bisa sesuatu yang dari dulu pengen kamu coba atau kerjain tapi gak sempet karena sibuk sama dia. Nyoba game baru, pretelin mobil, masak, berenang, bikin lagu, nulis, baca buku, belajar gamelan, tari bali, naik gunung, jadi tim SAR, mengkloning lalat buah, bikin robot, memanah matahari, menggapai bintang, menggulung samudera dan menyelamatkan dunia. Dengan mengalihkan pikiran seperti ini, kamu akan lebih cepat pulih dari sakit hati.

Ganti Rutinitas Sehari-Hari
Bangun lebih pagi dari alarm kamu, ganti menu sarapan, ganti jalur berangkat ke sekolah/kampus/kantor. Nyobain tempat makan siang baru. Nyobain tempat nongkrong baru. Nonton film dengan genre yang belum pernah kamu tonton. Macam-macam lah, pokoknya yang diluar kebiasaan standar kamu sehari-hari. Dengan begitu kamu bisa punya pengalaman dan sudut pandang lain. Jadinya gak stagnan dan bisa lebih mudah untuk bergerak maju. Asik!

Nangis Meraung-Raung
Serius deh ini bukan saatnya pake topeng besi ksatria pemberani. Dengan menangis kamu bisa jadi lebih lega. Karena paru paru kamu akan memompa banyak udara ke otak sehingga membuat pikiran kalut kamu jadi jauh lebih berkurang. Asal jangan mewek di depan umum ya. Malu-maluin dan bikin repot temen. Di kamar aja. Tapi  jangan terus terusan. Pegel juga. Lagian ntar bisa dikira lagi nonton bokep sama mama kamu gara-gara kamu mengurung diri di kamar mulu.

Joged.
Pasang musik favorit kamu. Gak usah lagu dugem, lagu metal juga bisa. Tapi gak boleh lagu melayu mendayu dayu ya atau lagi mellow berdarah macam Betharia Sonata. Pastikan lagu yang diputar ada beatnya, jadi kamu bisa jejogedan. Goyang pinggul ke kanan, ke kiri, loncat loncat, angkat tangan tinggi tinggi, kepala godek godek, shuffling, moonwalk, twist, tango, apapun! Emang sih kamu bakal diliat kayak orang gila, tapi dengan jantung yang berdetak cepat seiring kamu melempar badan, joged dan loncat-loncatan darah akan mengalir cepat ke otak dan ke seluruh tubuh. Dijamin akan mengurangi rasa sakit kamu. Kalau mau sambil dugem atau nonton konser musik bisa juga. Tapi pastikan jangan pakai substansi yak, soalnya kalo efeknya gak alami, malahan akan tambah parah jadinya begitu kamu sober lagi. Seriusan ini.

Curhat.
Yaaa ini cara paling klasik sih. Karena dengan ngobrol panjang lebar mengeluarkan segala uneg-uneg di hati juga bisa meredakan nyeri sakit hati. Makanya kalo di luar negeri sono banyak banget gerakan-gerakan anonymous untuk bisa saling mengeluarkan isi hati dan menguatkan. Kalau kamu merasa bahkan teman dan keluarga sudah tidak bisa lagi membantu mendengarkan kamu, boleh loh bertandang ke konselor atau psikolog. Gak usah nunggu gila untuk konsultasi dengan ahlinya. Eh kalo udah gila udah telat sih. Gimana sih kamu.

Tulis Surat Untuk Diri Kamu di Masa Depan
Kalo kamu gak mau ngerepotin orang dengan curhatan-curhatan kamu yang ngebosenin, kamu bisa mencoba nulis surat untuk diri kamu sendiri di masa depan. Isinya ya kurang lebih curhatan juga sih. Tapi ini juga bisa jadi pengingat kenapa kamu putus. Jadi kalo kamu lagi galau-galau gak jelas gitu, kamu bisa baca lagi surat itu dan diingatkan kembali kenapa kamu putus. Dengan demikian, harusnya sih kamu jadi lebih kuat ya.

Agak serius ya bahasannya? Gapapa lah, soalnya patah hati itu adalah masalah serius yang harus ditangani dengan seksama dan benar. Sama pentingnya dengan global warming dan kanker usus besar. Karena kalau gak tertangani dengan baik bisa merusak kemaslahatan umat, memusnahkan peradaban manusia dan mengancam perdamaian dunia. Gitu.
Read more

Selasa, 17 Januari 2012

Cara Sopan

Pada umumnya, tidak ada satu orang pun ingin merasakan patah hati, termasuk juga Anda bukan? Tapi jika perasaan cinta yang dulu pernah tumbuh tiba-tiba sirna karena ada sesuatu hal yang tidak lagi bisa dipertahankan. Ada baiknya Anda mulai membicarakan masalah ini dengan pasangan.

Ada keinginan di hati untuk mengakhiri hubungan Anda dan kekasih, tapi ada banyak ganjalan yang membuat Anda merasa belum tepat untuk mengutarakannya, alasan-alasan itu bisa karena Anda merasa masih menyimpan sedikit rasa sayang, terlalu kasihan atau takut menyakiti perasaan pasangan.

Di sinilah pentingnya sebuah kejujuran. Dimana Anda dituntut berani mengambil keputusan meski harus menyakiti orang. Sebelum keluar kata ‘putus’ dari mulut Anda, ada baiknya Anda pertimbangkan lagi keputusan Anda. Salah satunya Adalah apakah Anda akan menyesal dengan keputusan ini?

Jika semuanya sudah mantab dan akhirnya Anda siap mengutarakannya, ada beberapa langkah yang sebaiknya Anda lakukan. Pertimbangan ini tidak hanya akan membuat Anda lebih kuat untuk menyampaikannya, tapi cara ini juga bisa menjadi solusi agar apa yang Anda sampaikan tidak terlalu menyakiti hati sang kekasih, Anda juga tidak akan menyesal dengan keputusan yang Anda ambil.

Kejujuran

Anda tidak perlu merasa kasihan pada pasangan, terutama jika hubungan emosi Anda dan pasangan tidak bahagia lagi.

Ungkapkan apa yang Anda rasakan. Jelaskan padanya masalah yang telah Anda hadapi, termasuk keraguan Anda tentang hubungan ini. Pasangan Anda punya hak untuk mengetahui alasan kenapa Anda ingin ‘putus’ darinya. Tanyakan juga pada pasangan, apa yang ia rasakan, jadi jangan tinggalkan beban, karena dengan kejujuran semua bisa merasa lebih lega karena ada penjelasan, tanpa perlu menyalahkan orang lain.
Tunjukan keberanian Anda
Jika Anda sudah merasa tidak bisa melanjutkan hubungan, sebaiknya jujur saja, daripada sembunyi-sembunyi atau menghilang tanpa alasan. Hal itu bisa menyakiti hati pasangan Anda.

Menghidar atau menghilang tanpa sebab bisa membuat pasangan jadi punya persepsi sendiri, misalnya saja pasangan bisa menganggap Anda kekanak-kanakan karena tidak bisa menyelesaikan masalah dengan baik. Semua masalah bisa diselesaikan dengan komunikasi.
Selesaikan berdua
Canggihnya teknologi mempermudah pasangan untuk mengungkapkan perasaan melalui media elektronik, seperti via telepon, Shot Message Service (SMS), Situs jejaring Facebook atau tweeter. Ada baiknya Anda tidak melakukan itu, pasalnya cara seperti itu sangat tidak etis, dan justru akan lebih menyakiti pasangan Anda.

Saat memutuskan hubungan sebaiknya dilakukan dengan cara bertatap muka. Bertemulah secara baik-baik, lagi pula saat Anda diminta atau meminta untuk menjadi kekasihnya diawali dengan niat baik, jadi tidak ada salahnya hubungan Anda diakhiri dengan baik juga.
Hargai penolakannya
Bila kekasih tidak bisa menerima keputusan Anda, itu wajar. Mungkin menurutnya selama ini hubungan kalian baik-baik saja. Cobalah, ajak dia berdiskusi mengenai hubungan selama ini. Beri dia pengertian untuk bisa menerima alasan Anda. Ajak dia berpikir positif dan berdamai dengan keadaan. Hingga akhirnya Anda berdua menyadari bahwa memang tidak ada kecocokan lagi.

Jika pasangan masih belum bisa menerima keputusan ini, beri dia waktu. Ada sebagian orang yang merasa gengsi jika diputuskan. Tapi ada juga yang merasa tidak adil merasa dicampakkan padahal rasa sayang dihatinya terus tumbuh.
Menerima segala resiko
Anda harus menerima kenyataan kalau akhirnya Anda harus kehilangan pasangan. Ini kerap terjadi pada sebagian pasangan, karena tidak terima dengan keputusan sepihak, ada banyak diantara pasangan yang merasa dicampakana dan akhirnya memutuskan tali silaturahmi, tidak hanya sebagai pacar, bahkan sebagia teman sekalipun. Dia lebih baik menghindar dari Anda dan menata kehidupan lebih baik untuk ke depannya.

Sumber:http://taukahkita.blogspot.com/2011/10/cara-sopan-mengakhiri-sebuah-hubungan.html 
Read more